Visi

Menjadi Perusahaan konsultansi yang terpercaya dalam menangani berbagai organisasi untuk perbaikan dan pengembangan sistem manajemen bisnis dan SDM jangka menengah maupun jangka panjang

Misi

Sebagai partner dalam menggerakkan dan memberdayakan fungsi sistem organisasi untuk mampu menghadapi perubahan perilaku bisnis maupun persaingan ekonomi secara global (Psyconomics)

Profile

Kami adalah konsultan bisnis dan manajemen yang terdiri dari akademisi dan praktisi yang berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah organisasi dalam dunia bisnis. Kami memiliki value bernama Psyconomics Insight.

MEMBANGUN KEBERAGAMAN DI TEMPAT KERJA

Ketika kita mendengar tentang keberagaman di tempat kerja, mungkin yang  pertama kali terpikir dibenak kita adalah keanekaragaman budaya. Hal-hal seperti jenis kelamin, ras, daerah asal dan sebagainya. Tidak hanya itu, keberagaman berarti perbedaan karakter, pola pikir serta cara kerja seseorang dari generasi yang berbeda. Dengan adanya keberagaman, perusahaan akan mendapatkan ide-ide dari berbagai sudut pandang sehingga dapat membangu perusahaan dalam mempeoleh wawasan yang lebih baik tentang kebutuhan dan motivasi pelanggan.

UNTUK MASA DEPAN ANAK MANA YANG PERLU KITA SIAPKAN? TABUNGAN, ASURANSI ATAU INVESTASI PENDIDIKAN

Anak merupakan harta yang tidak ternilai harganya. Sehingga orang tua wajib untuk memberikan bekal pendidikan yang layak untuk mereka. Salah satu masalah yang seringkali menjadi pikiran orang tua terkait pendidikan adalah masalah biaya pendidikan. Terdapat banyak instrumen keuangan yang bisa dipilih oleh orang tua mulai dari tabungan pendidikan, asuransi pendidikan maupun investasi pendidikan. Dan seringkali orang tua menyamakan 3 (tiga) instrumen keuangan tersebut.

INVESTASI YANG BISA DIPILIH DITENGAH PANDEMI

Virus corona (Covid-19) yang mewadah di Indonesia tidak hanya mengakibatkan kesehatan fisik terganggu, tetapi juga kesehatan perekonomian nasional. Prediksi dari berbagai lembaga perekonomian terpecaya menyatakan bahwa perekonomian nasional pada kuartal ke-2 ini akan mengalami pertumbuhan negatif. Hal tersebut tak ayal menimbulkan kegaduhan bagi pelaku bisnis dan masyarakat pada umumnya.

MENJADI ORANG YANG RESILIENS ATAU GIGIH MENGHADAPI PERUBAHAN NORMAL BARU

Sahabat Chaakra, saat ini kita sudah memasuki ke dalam normal baru. Kita sudah pernah mengalami perubahan yang diakibatkan oleh COVID-19, PSBB tetapi masih belum berjalan 4 bulan, kita dituntut untuk berubah lagi dengan cepat karena himbauan Presiden RI, pak Joko Widodo untuk memasuki era Normal Baru. Perubahan ini tentunya tidak mudah dan dapat menyebakan stres, cemas, dan perasaan negatif lainnya. Disinilah pentingnya resiliensi atau kegigihan, agar mampu menghadapi perubahan ini.

RUMUS MENANG BISNIS DI ERA PANDEMI COVID-19

Tidak ada yang pernah memprediksi bila COVID-19 begitu besar dampaknya bagi perekonomian. Sudah tentu, Indonesia tidak bisa menghindar dari pandemi dan kerusakan yang ditimbulkannya. Semua indikator ekonomi, baik makro maupun mikro menunjukkan kesimpulan yang kurang menggembirakan. Namun krisis tidak selalu hanya menghadirkan sebuah kedukaan, dibalik itu krisis juga memberikan sebuah peluang yang menggiurkan.

Menjaga Keseimbangan Psikologi Anak Di Masa Pandemi

Menjaga Keseimbangan Psikologi Anak Di Masa Pandemi Oleh : *Herlina Eka Subandriyo Putri   Kebijakan social distancing sebagai langkah preventif penyebaran virus corona, memiliki dampak perubahan perilaku pada lini terkecil lapisan masyarakat, yakni keluarga. Dimasa pandemi COVID-19 saat ini, aktivitas yang biasa kita lakukan diluar rumah harus terpaksa dilakukan di dalam rumah. Akibatnya, rumah yang…

PRESS RELEASE HASIL RISET CHAAKRA CONSULTING: SECARA PSIKOLOGIS MASYARAKAT TERNYATA MENGANGGAP BAHWA COVID-19 BUKAN ANCAMAN YANG MENAKUTKAN

Oleh : Herlina Eka Subandriyo, M.Psi., Psikolog Surabaya, 18 April 2020. Melalui pidato Presiden Joko Widodo pada konferensi pers pada 16 Maret 2020, Indonesia mulai menerapkan pembatasan sosial (social distancing, sekarang disebut physical distancing), akibat dari meningkatnya jumlah kasus penderita COVID-19 yang pernah mencapai 380 kasus dalam sehari. Namun hingga kini, masih belum semua masyarakat…

Scroll Up