MENGHILANGKAN SIFAT OVERTHINKING

Saat ini kita berada di situasi yang sulit, tidak hanya diakibatkan oleh pandemi COVID-19 yang mengharuskan kita untuk tinggal atau bekerja di rumah, atau kehilangan pekerjaan. Selain itu, bagi beberapa orang pun masih memiliki masalah pribadi yang menguras pemikiran. Akibat beberapa permasalahan yang dialami tersebut tentu akan membuat kita terus menerus berpikir atau biasa disebut dengan sebutan overthinking.

Overthinking adalah fenomena yang normal dan bisa terjadi pada siapapun, karena melibatkan proses berpikir yang umumnya dialami oleh manusia. Namun proses berpikir seperti apa yang sudah termasuk kategori overthinking? Terdapat beberapa indikator, seperti ketika seseorang terus menerus memikirkan suatu topik yang negatif (Mandell, dkk., 2014). Seorang psikolog bernama Dr. Jeffrey Huttman dalam interviewnya dengan MyDomaine (2019) berkata bahwa overthinking adalah proses menganalisa terus menerus yang dapt menyiksa pemikiran seseorang, termasuk merenungkan sesuatu dimana seseorang secara mental terjebak dalam keputusan yang mereka buat di masa lalu atau saat ini.

Photo by Ben White on Unsplash

Penyebab overthinking bisa bermacam-macam, pada umumnya overthinking terjadi ketika seseorang sedang mempertimbangkan suatu keputusan, mencoba memahami tindakan atau keputusan orang lain, mencoba memprediksikan masa depan, merefleksikan apa yang telah terjadi atau keputusan di masa lalu dan sebagainya (Oppong, 2019). Contohnya adalah memikirkan alasan tindakan seseorang “Apakah dia tersinggung dengan apa yang aku katakan?”, “Apa yang aku lakukan hingga dia berbuat seperti itu?”, “seharusnya aku tidak bersikap seperti ini sehingga dia tidak bertindak seperti itu” dan pemikiran lainnya. Contoh lainnya adalah ketika memikirkan masa depan di tengah pandemi ini “Apakah aku punya uang yang cukup untuk menghidupi diriku dan keluargaku?”, “Apakah aku aman dari paparan COVID-19?”, “Bagaimana kabar keluargaku? Mengapa tidak ada kabar sama sekali? Apakah dia terkena COVID-19?” dan sebagainya.

Baca Juga: Sudahi Perang Opini Mengenai Paradox Ibu Bekerja vs Ibu di Rumah

Overthinking adalah hal yang normal namun ketika orang terus melakukan overthinking, justru dapat berdampak buruk pada dirinya sendiri. Ketika seseorang terus menerus melakukan overthinking, secara tidak sadar dia sudah masuk ke dalam lingkaran setan yang tidak ada tujuannya. Hal ini menyebabkan beberapa dampak buruk, yaitu:

  1. Mudah capek secara emosional sehingga dapat berdampak pada energinya dalam melakukan sesuatu. Dengan kata lain, seseorang menjadi merasa capek untuk bertindak dan akhirnya berdampak pada produktivitasnya.

  2. Mudah mengalami kecemasan karena terus menerus memikirkan kemungkinan terburuk, bila tidak diintervensi maka dapat menyebabkan depresi atau melakukan tindakan ­self-harm

  3. Kemampuan problem solving yang buruk. Ketika overthinkers sudah masuk ke lingkaran setan overthinking, mereka akan merasa kewalahan dan merasa permasalahan yang mereka alami tersebut tidak ada solusi penyelesaian masalah (Lyubomirsky, dkk., 1991 dalam Nolen-Hoeksema, dkk., 2008)

  4. Cenderung takut memulai tindakan karena terus menerus memikirkan hal-hal buruk yang bisa terjadi

  5. Terjadi perubahan pola tidur dan pola makan (Ries, 2020). Overthinkers akan mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak karena otaknya dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran yang membuatnya menjadi sulit untuk tenang dan tidur. Tidak hanya itu, mereka juga dapat mengalami perubahna pola makan. Beberapa overthinkers ada yang menjadi tidak nafsu makan, beberapa ada yang menjadi makan banyak atau melakukan binge eating sebagai usahanya untuk menghilangkan pemikiran tersebut.

Baca Juga: Tetap Produktif dengan Kerja Jarak Jauh

Oleh karena itu, penting untuk dapat mengontrol sifat overthinking agar tidak terperangkap dalam lingkaran setan yang memberikan dampak buruk pada diri sendiri. Berikut Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menghentikan pemikiran-pemikiran negatif yang berulang-ulang atau overthinking:

  1. Lakukan praktek mindfulness, mengapa? Mindfullness adalah cara untuk menenangkan pemikiran sehingga seseorang bisa sadar bahwa kita ada di masa sekarang, bukan di masa lalu maupun di masa depan. Hal ini akan membantunya dalam melihat suatu peristiwa atau memproseskan informasi dan pengalaman secara obyektif. Dengan demikian, seseorang bisa berpikir dengan jernih terhadap permasalahan yang dialaminya. Mindfullness dapat dilakukan dengan cara apapun, seperti jalan kaki, melakukan yoga, atau kegiatan yang bisa membuat rileks lainnya.

  2. Ubah pemikiran negatif ke hal-hal yang positif. Misalnya “Aku terus memikirkan situasi ketidakpastian akibat pandemi COVID-19, pemikiranku penuh dengan pemikiran uang tabungan saat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan”. Ubahlah pemikiran tersebut menjadi “Aku ingin memiliki tabungan yang cukup untuk bisa makan, membayar listrik, membayar sewa kos dalam 1 bulan ini”. Kemudian buatlah rencana untuk mencapainya, misalnya dengan membuka usaha kecil, mengalokasi pengeluaran, atau belajar mengatur keuangan agar uang yang dimiliki cukup untuk membayar kebutuhan pokok.

 


Ditulis oleh:

Sri Andiani, S.Psi.

Staf Chaakra Consulting

 

Referensi:

  1. Nolen-Hoeksema, S., Wisco, B. E., & Lyubomirsky, S. (2008). Rethinking Rumination. Perspectives on Psychological Science, 3(5), 400–424. https://doi.org/10.1111/j.1745-6924.2008.00088.x
  2. Oppong, Thomas. (2019). Psychologist Explain How To Stop Overthingking Everything. Medium. Diakses dari https://medium.com/kaizen-habits/psychologists-explain-how-to-stop-overthinking-everything-e527962a393

     

  3. Nortje, A. (2020). Mindful Thinking: 4+ Ways to Stop Ruminating and Overthinking. PositivePsychology. Diakses dari https://positivepsychology.com/mindful-thinking/

     

  4. Ries, Julie. (2019). Here’s What Happens to Your Body When You Overthink. Huffpost. Diakses dari https://www.huffpost.com/entry/overthinking-effects_l_5dd2bd67e4b0d2e79f90fe1b
  5. Clark, K., & Lehmann, C. (2019). The Psychology Behind Chronic Overthinking (and How to Stop It), According to an Expert. MyDomaine. Diakses dari https://www.mydomaine.com/overthinking-hacks

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up