AYO PARA PELAKU USAHA, MANFAATKAN PELUANG INSENTIF PAJAK

  • by chaakra
  • 18 August 2020
Wabah Covid-19 pada semester pertama tahun 2020 telah mempengaruhi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Bahkan hasil proyeksi INDEF menunjukkan bahwa Indonesia bakal masuk ke zona resesi pada triwulan III 2020.

Melihat bahaya didepan mata tersebut, Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan PMK-23/PMK.03/2020 dan PMK-44/PMK.03/2020 terkait insentif pajak untuk membantu Menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat, dan produktivitas sektor tertentu sehubungan dengan wabah virus corona.
Insentif pajak sendiri adalah bentuk fasilitas perpajakan yang diberikan oleh pemerintah kepada wajib pajak tertentu berupa penurunan tarif pajak yang bertujuan untuk meringankan beban pajak yang harus dibayarkan. Masa insentif pajak ini berlaku mulai April 2020 sampai dengan September 2020. Tetapi dengan adanya peraturan PMK-86 yang baru di sahkan 16 Juli 2020 masa insentif pajak ini diperpanjang sampai dengan desember 2020.
Insentif pajak menurut PMK-23/PMK.03/2020 dan PMK-44/PMK.03/2020  diberikan pada jenis pajak sebagai berikut:
1. PPh pasal 21 ditanggung pemerintah
Karyawan yang bekerja pada perusahaan yang bergerak di industri-industri seperti Industri Minuman Ringan, Industri Batik, Industri Alas Kaki dan beberapa industri lainnya sesuai dengan lampiran A PMK-23/PMK0.3/2020, pada perusahaan yang mendapatkan fasilitas KITE (Kemudahan Import Tujuan Eksport), dan pada perusahaan berikat memperoleh fasilitas pajak penghasilan ditanggung pemerintah.
Insentif ini, ditunjukkan untuk karyawan yang memiliki NPWP dan punya penghasilan bruto yang bersifat tetap dan teratur yang disetahunkan tidak lebih dari Rp. 200 juta.
2. PPh final UMKM ditanggung pemerintah
Pelaku UMKM mendapat fasilitas pajak penghasilan final tarif 0,5 persen (PP 23/2018) yang ditanggung pemerintah. Dengan demikian wajib pajak UMKM tidak perlu melakukan setoran pajak dan pemotong atau pemungut pajak tidak melakukan pemotongan atau pemungutan pajak pada saat melakukan pembayaran kepada pelaku UMKM.
Pelaku usaha UMKM yang ingin mendapatkan insentif ini tidak perlu mengajukan Surat Keterangan PP 23 tetapi cukup menyampaikan laporan realisasi setiap bulan.
3. Pembebasan PPh pasal 22 impor
Penerima insentif ini ialah wajib pajak yang  memenuhi kode klasifikasi lapangan usaha (KLU) tertentu seperti Industri Minyak Goreng, Industri Pengolahan Susu, Industri Produk Roti dan Kue dan beberapa industri lainnya sesuai dengan lampiran F PMK-23/PMK0.3/2020. Syarat lainnya untuk mendapatkan insentif ini adalah sebagai perusahaan KITE (Kemudahan Import Tujuan Eksport) atau telah mendapatkan izin penyelenggaraan Kawasan Berikat, izin Pengusaha Kawasan Berikat dan izin PDKB. Besarnya tarif PPh Pasal 22 Import yang dibebaskan adalah terkait dengan pembayaran pajak penghasilan atas penyerahan barang dan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain.
4. Pengurangan Angsuran PPH Pasal 25 Sebesar 30%
Insentif pajak untuk PPH Pasal  25 sendiri adalah pengurangan sebesar 30% dari total angsuran yang seharusnya dibayar 6 bulan ke depan atau sampai September. Pemberian insentif pengurangan angsuran tersebut berlaku sejak berlakunya PMK-23/PMK0.3/2020 dan disampaikan paling lama tanggal 31 Desember 2020.
5. Insentif PPN
Insentif ini diberikan dalam bentuk pengembalian pendahuluan PPN sebagai PKP berisiko rendah bagi wajib pajak yang menyampaikan spt masa PPN lebih bayar yang di restitusi paling banyak Rp. 5 Miliar. Dengan sektor usaha seperti ; Industri Minuman Ringan, Industri Kain Rajutan, Industri Alas Kaki dan Industri lain yang tercantum dalam lampiran F PMK 23/PMK0.3/2020.Insentif ini berlaku untuk Masa Pajak sejak berlakunya PMK-23/PMK0.3/2020 dan disampaikan paling lama tanggal 31 Desember 2020.
Insentif pajak ini diharapkan dapat membantu menguatkan perekonomian Indonesia. Tidak hanya itu, insentif pajak memiliki manfaat lain yaitu dapat mengurangi pengeluaran kas perusahaan. Sehingga pengusaha dapat menghemat pengeluaran untuk memaksimalkan operasional usahanya.
Cara untuk  mendapatkan insentif pajak ini cukup mudah. Pelaku usaha hanya perlu mengajukan permohonan untuk bisa memanfaatkan intensif pajak melalui website www.pajak.go.id atau biasa kita sebut dengan DJP Online lalu klik kolom layanan, pilih KSWP (konfirmasi status wajib pajak), setelah itu silahkan pilih insentif apa yang ingin anda manfaatkan lalu klik simpan permohonan.
Jika di akun sahabat belum ada KSWP, sahabat bisa aktivasi layanan yang ada di kolom profil lalu klik aktivasi fitur layanan lalu simpan perubahan. Setelah mendapatkan persetujuan atas insentif pajak maka jangan lupa untuk melaporkan laporan realisasi melalui website www.pajak.go.id di kolom layanan lalu pilih e–reporting insentif covid-19. Atau jika kalian masih bingung juga silahkan kontak kami di 085732273347 (Ibu Dian) untuk membantu sahabat dalam mengajukan insentif pajak ini. Ayo sahabat, manfaatkan peluang ini untuk memulihkan kinerja bisnismu!

Leave a comment