ANALISIS KORELASI UNTUK MEMBANTU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BISNIS SEHARI-HARI #SERIES ANALITIK (2)
  • by chaakra
  • 30 December 2020

Halo, setelah kalian membaca artikel kami tentang analisis korelasi untuk membantu dalam penambilan keputusan bisnis part 1 (bila belum, silahkan membaca artikel part 1 terlebih dahulu), selanjutnya kita akan belajar sedikit teknis. Namun tulisan kali ini tidak sesulit yang kalian bayangkan, yaitu bagaimana melakukan korelasi dan aplikasinya didalam dunia kerja atau bisnis.

Cara Melakukan Analisa Korelasi

Ada dua jalan untuk melakukan analisis korelasi, jalan konvesional atau jalan mudah. Cara konvensional berarti kita perlu menganalisis rumusnya, tentu ini berarti saya akan mengingkari janji di awal agar tidak akan memusingkan kalian dengan rumus-rumus aljabar yang rumit. Maka kita akan mengambil jalan yang mudah.

Pada dasarnya kamu akan hanya membutuhkan dua data, misalnya: 

  • Jumlah kata dalam judul artikel, dan 
  • Pageview 

Dengan formula =CORREL(x,y) di Google Spreadsheet maupun di microsoft excel, maka nilai korelasinya akan keluar, dari -1 sampai dengan 1. Artinya apa ?

  • Nilai satu (1) berarti hubungan erat yang positif. Makin banyak jumlah kata pada judul artikel, makin banyak orang yang akan melihat artikel tersebut.
  • Minus satu (-1) berarti berhubungan erat secara negatif. Makin sedikit jumlah kata pada judul artikel, makin banyak orang yang akan melihat artikel tersebut.

Selanjutnya, jika angkanya mendekati 0, maka makin tidak ada hubungannya antara jumlah kata dengan pageview artikel.

Baca Juga: 4 (Empat) Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Menerapkan Big Data Pada Perusahaan Anda

Langkah selanjutnya kalian bisa membuat diagram plotting scatter. Langkah ini bisa dilakukan dengan cara mengeblok dua kolom berisi data A dan B dalam suatu spreadsheet, kemudian pilih Insert > Chart, lalu pilih Scatter Chart. Jangan lupa menambahkan Trendline di bagian Customize. Jika langkah yang kalian lakukan betul, kalian akan mendapati gambar plotting scatter seperti dibawah ini :

Perhatikan gambar diatas menunjukkan bahwa data-data kita menjauhi garis trendline. Ini menunjukkan hubungan yang hampir tidak ada, sejalan dengan hasil korelasi yang menunjukkan angka 0,13 (mendekati 0).

Sekarang kita akan melihat contoh data yang memiliki korelasi yang kuat. Dimana, titik data akan berkumpul di sepanjang garis seperti ini:

Saya Membutuhkan Berapa Banyak Data, Untuk Melakukan Itu?

Untuk hal ini, cukup kompleks untuk dibahas sekarang. Kami sendiri tidak yakin punya pengetahuan yang cukup untuk membahasnya. Namun yang menarik adalah, sampai sekarang pun masih bermunculan jurnal-jurnal ilmiah yang memperdebatkan berapa jumlah data yang dibutuhkan untuk melakukan suatu analisis.

Baca Juga: Membangun Kebiasaan Kerja untuk Mendongkrak Karir

Pada intinya, kami pribadi percaya bahwa makin banyak data yang kamu punya, maka semakin baik hasil analisis yang bisa kamu dapatkan. Jika data terlalu sedikit (misalnya 2-5), maka kamu mungkin mendapatkan korelasi yang sebenarnya tidak ada ketika ada lebih banyak data ditambahkan. Ada yang mengatakan 30 data sudah cukup, ada yang mengatakan di atas 300, ada juga yang bilang antara 80-100 data sudah cukup. Namun kami di Chaakra Consulting mempercayai jika populasi terlihat homogen maka sampel 30 data sudah cukup untuk melakukan analisa korelasi. Namun jika populasi yang ada terlalu heterogen maka minimal sampel yang harus kami ambil berjumlah 100.

Tips dari kami soal ini adalah Gunakan sebanyak mungkin data yang kamu punya. Jika kamu hanya punya data kurang dari sepuluh, maka kamu harus lebih bersikap skeptis terhadap hasil analisis yang didapat.

Photo by William Iven on Unsplash

Selanjutnya Apa?

Pemanfaatan analisis korelasi sebenarnya hampir tidak ada batasnya dalam bisnis, kamu bisa:

  • Melihat apa ada hubungan antara seberapa sering pengguna mengunjungi websitemu dengan besar penjualan?
  • Apa orang-orang berkinerja tinggi di perusahaan mengambil cuti sakit yang lebih sedikit?
  • Menyelidiki perbedaan antara orang yang terus kembali menggunakan situs web kamu dibanding dengan orang yang cuma mengunjungi satu kali dan tidak pernah kembali. Misalnya apa orang-orang yang terus kembali ke situs web kerap menggunakan fitur search?
  • Apa ada hubungan antara banyaknya kunjungan sales ke klien dengan jumlah penjualan dari klien anda? Atau
  • Apa ada hubungan antara tambahan diskon yang anda lakukan dengan tingkat pembelian kembali pada produk anda?

Baca Juga: Keamanan Data di Internet

Setelah kamu cukup mendapatkan bukti korelasi tentang permasalahan bisnis yang kamu hadapi. Untuk itu, pahami dulu proses yang terjadi dalam bisnismu dari ujung ke ujung. Buat diagramnya, serta petakan faktor-faktor yang memengaruhi untuk setiap proses. Langkah itu sangat membantu kamu dalam memperbaiki bisnismu.

Itu saja topik yang ingin kami sampaikan pada hari ini. Mungkin relatif berat untuk dikonsumsi sebagai bacaan santai, tapi ini adalah konsep dasar yang bakal berguna untuk bekal kamu dalam melakukan analisis sederhana tentang permasalahan bisnis yang kamu hadapi.

Catatan tambahan: ada banyak tools di excell dan google sheets yang bisa kamu eksplor untuk memecahkan masalah bisnis yang kamu hadapi. Saran kami teruslah banyak berlatih untuk itu dan apabila kalian masih kesulitan untuk itu, maka kalian bisa mengikuti pelatihan kami tentang Mastering Ms. Excel dan Google Sheets. Okey, sampai jumpa di artikel kami selanjutnya


Ditulis oleh Gigih Prihantono, Senior Consultant Chaakra Consulting

Leave a comment