YUK, LAKUKAN ANALISIS BUYER PERSONA AGAR SEMAKIN DEKAT DENGAN PELANGGAN KITA
  • by chaakra
  • 28 January 2021

Ketika berbisnis, kita harus mengetahui siapa konsumen kita agar dapat menerapkan strategi pemasaran maupun strategi bisnis lainnya dengan tepat. Salah satu strategi yang dapat kita lakukan adalah Buyer Persona.

Apa Itu Buyer Persona?

Buyer Persona adalah istilah yang mengacu pada representasi atau gambaran dari suatu kelompok yang menjadi target pelanggan bisnis Anda. Dengan kata lain, profil “pelanggan” Anda yang menggambarkan siapa mereka, hobi mereka dan sebagainya.

Pada umumnya profil buyer persona memiliki data sebagai berikut:

  1. Data pribadi – Nama, jenis kelamin, usia, jenjang Pendidikan, status pekerjaan, besar penghasilan, dan status
  2. Tingkah laku – hobi, makanan dan minuman favorit, hal yang disukai, akun sosial media yang dipakai, forum online atau komunitas yang diikuti
  3. Kebiasaan saat belanja:
    • Cara menghubungi admin toko (telepon, whatsapp, DM dalam Instagram dsb)
    • Cara mempelajari produk (iklan, internet, saran orang terdekat, dsb)
    • Cara membeli produk (membeli dengan uang tunai, transfer, dsb)
    • Cara berbelanja yang disukai (online vs offline)

Namun, Anda bisa menambahkan opsi lain dengan menyesuaikan produk Anda. Contohnya produk mainan anak tentunya akan membutuhkan informasi jumlah anak atau usia anak yang dimiliki.

Baca juga : Membangun Kebiasaan Kerja untuk Mendongkrak Karir

Manfaat Menerapkan Buyer Persona dalam Bisnis

Anda akan menjadi lebih mudah untuk membuat beberapa keputusan bisnis yang tepat karena telah mengetahui karakterisik calon pelanggan Anda. Meskipun Anda tidak dapat sepenuhnya mengetahui karakterisik pelanggan Anda, namun setidaknya Anda memiliki informasi yang cukup berguna untuk memandu Anda.

Berikut ini adalah manfaat memiliki Buyer Persona:

  1. Lebih mudah dalam mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk yang Anda tawarkan ke pasaran.
  2. Lebih mudah memahami bagaimana konsumen Anda mengambil keputusan, sehingga anda dapat menentukan target pemasaran dan membuat penjualan anda berjalan lebih baik.
  3. Anda dapat menyesuaikan produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan atau keinginan calon konsumen Anda.
  4. Lebih mudah menentukan strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien.
  5. Lebih mudah menjalin interaksi yang sesuai dengan karakteristik calon konsumen

Cara Membuat Buyer Persona

Setelah mengetahui data-data yang dibutuhkan untuk membuat Buyer Persona, saatnya untuk membuat profil Buyer Persona. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan:

Photo by J. Kelly Brito on Unsplash
  1. Lakukan riset
    Cari informasi tentang konsumen Anda. Siapa mereka, berapa usia mereka, dimana mereka tinggal, berapa perkiraan penghasilan mereka, bagaimana perilaku mereka saat berbelanja, apa yang menjadi pertimbangan mereka sebelum membeli produk, minat dan aktivitas apa yang mereka sukai?

Anda bisa mencari informasi tersebut melalui alat gratisan seperti google analytic (bila bisnis Anda memiliki website), maupun menggunakan alat analisis dari Instagram, Facebook dan sebagainya. Namun bila Anda membutuhkan analisa yang lebih kompleks maupun kemudahan untuk melakukan analisa semua channel sosial media dalam satu tempat maka Anda bisa menggunakan alat berbayar bila diperlukan.

Namun bila Anda sama sekali belum memiliki konsumen (atau baru mendirikan bisnis), Anda bisa melakukan riset buyer persona melalui target pasar kompetitor Anda. Cari informasi bagaimana kompetitor Anda mampu melakukan berbagai pendekatan yang baik dengan pelanggan, usaha apa yang mereka lakukan untuk bisa bersaing, dan sebagainya.

  1. Kenali apa masalah dan tujuan yang ingin dicapai konsumen

Cari tahu apa permasalahan yang ingin diselesaikan dan tujuan yang ingin dicapai konsumen Anda. Caranya dengan menggunakan media sosial maupun alat analisa gratis dan berbayar untuk mencari tahu jawaban tersebut. Selain itu, Anda bisa langsung melakukan survei melalui email, wawancara ataupun diskusi untuk mendapatkan informasi yang spesifik.

  1. Ketahui bagaimana bisnis Anda dapat membantu konsumen Anda

Setelah profil buyer persona telah jadi, beberapa informasi tersebut akan memudahkan Anda untuk menentukan strategi bisnis maupun mengetahui langkah yang tepat untuk mengembangkan bisnis Anda.

  1. Tentukan profil buyer persona negatif

Selain mengetahui siapa konsumen Anda, penting bagi bisnis Anda untuk membuat profil buyer persona negatif singkat. Buyer persona negatif adalah profil konsumen yang BUKAN menjadi target pasar utama Anda.

Contohnya adalah bila bisnis Anda bergerak di bidang custom fashion khusus menengah ke atas dengan pendapatan diatas Rp 5 Juta, maka persona negatif Anda adalah masyarakat menengah kebawah dengan pendapatan dibawah Rp 5 Juta.

Menerapkan Buyer Persona dalam Bisnis

Agar lebih jelas, kami berikan contoh aplikasi dari buyer persona. Chaakra Consulting adalah perusahaan yang bergerak di bidang konsultansi pengembangan bisnis dan SDM. Salah satu profil buyer persona kami adalah: seorang pekerja berusia 18-44 tahun. Salah satu kebutuhan mereka adalah mendapatkan informasi mengenai pengembangan diri atau bisnis.

Dengan mengetahui buyer persona kami dan kebutuhan mereka maka kami memutuskan untuk mengadakan pelatihan Ms. Excel. Tidak disangka ternyata diatas 90% peserta pelatihan kami merasa puas dan mengatakan bahwa pelatihan kami memberikan manfaat untuk dapat diterapkan dalam pekerjaan mereka. Bahkan ada satu peserta yang mengatakan bahwa materi pelatihan kami tidak ditemukan atau hanya sedikit dijelaskan dalam perkuliahannya.

Inilah manfaat dari buyer persona dalam bisnis kita. Hubungi kami untuk mendapatkan konsultansi mengelola bisnis Anda agar dapat mampu bersaing di era industri saat ini.

Baca juga : Anda baru memulai bisnis ? Ini alasan anda untuk mempunyai tabungan bisnis

Anda justru membutuhkan pelatihan khusus sesuai dengan permasalahan di perusahaan Anda? Yuk konsultasikan dengan kami di adm@chaakraconsulting.com atau WA saja di +6285732273347

Salam, Chaakra

Leave a comment