PASCA COVID-19: APA YANG DIBUTUHKAN EKONOMI PARIWISATA INDONESIA UNTUK BANGKIT? – Eps. 1
  • by chaakra
  • 24 March 2021

Pandemi COVID-19 yang berlangsung sepanjang 2020 lalu membawa dampak signifikan terhadap industri perjalanan dan pariwisata global, tak terkecuali di Indonesia. Sektor industri pariwisata Indonesia di masa sebelum pandemi bernilai hampir $9 Triliun (World Travel & Tourism, 2019) yang membuat sektor ini menyumbang hampir 10% dari PDB Indonesia. Dimana banyak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang menggantungkan hidupnya pada perkembangan sektor ini. Sedangkan pemerintah saat ini memiliki peran terbatas dalam industri ini.

Pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan yang cukup berat bagi industri pariwisata Indonesia. Estimasi dari Mckenzie (2020), kedatangan wisatawan internasional diproyeksikan turun 60% hingga 80% pada tahun 2020, dan diprediksikan kemungkinan besar belum bisa kembali sebelum masa pandemi Covid-19 hingga tahun 2024. Hal ini membuat setidaknya terdapat 3 juta pekerja di sektor pariwisata Indonesia dalam risiko.

Gambar 1 Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia 2020

Tingkat okupansi hotel berbintang juga mengalami penurunan drastis. Meskipun sektor pariwisata Indonesia mulai dibuka dan didorong oleh pemerintah, namun tingkat okupansi hotel berbintang belum kembali ke posisi di tahun 2019. Berdasarkan data dari BPS juga memperlihatkan bahwa rata-rata tingkat hunian kamar hotel berbintang pada Desember 2020 mencapai 40,79%, lebih rendah dibandingkan dengan bulan Desember 2019 yang sebesar 59,39%.

Baca Juga: Yuk, Merencanakan Karir Kita dengan Metode SWOT

Gambar 2 Tingkat Okupansi Hotel Berbintang di Indonesia 2020

Dari sisi perkembangan mobilitas wisatawan berdasarkan noda transportasi (darat, udara dan laut) mengalami penurunan yang cukup drastis. Sepanjang tahun 2020, sektor angkutan udara merupakan sektor angkutan yang paling terpukul dibandingkan sektor transportasi lainnya. Bahkan sampai akhir bulan Desember 2020, tanda-tanda perbaikan tersebut belum juga terlihat.

Gambar 3 Jumlah Perjalanan Wisatawan di Indonesia Berdasarkan Noda Transportasi Tahun 2020

Pandemi Covid-19, tidak hanya menurunkan industri konvensional seperti hotel dan transportasi tetapi juga para startup yang bergerak di sektor pariwisata Indonesia. Seperti traveloka, oyo, reddoorz dan bobobox tak luput dari dampak negatif pandemi Covid-19. Beberapa start up berhasil selamat namun yang lain tidak mengalami keberuntungan yang sama.

Baca Juga: 4 Hal yang Perlu diPertimbangkan sebelum Menerapkan Big Data untuk Perusahaan Kita

Berikut kami rangkum journey para startup yang bergerak di sektor pariwisata Indonesia sebagai berikut:

Gambar 4 Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Startup Pada Sektor Pariwasata

Namun, Kesulitan ini juga dialami negara-negara lain di berbagai belahan dunia. Analisis industri pariwisata oleh McKinsey & Company menyatakan pemulihan industri pariwisata akan memerlukan waktu hingga beberapa tahun agar bisa kembali seperti pada kondisi di 2019. Menurut mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, industri pariwisata di Indonesia diperkirakan baru akan pulih pada 2022. Pemerintah pun telah mempersiapkan skenario tahapan mitigasi dari tanggap darurat, pemulihan, hingga normalisasi agar industri pariwisata Indonesia bisa pulih.


Ditulis oleh Gigih Prihantono, Senior Consultant dalam Chaakra Consulting

Leave a comment